Jumat, 23 September 2011

UJIAN KOMPREHENSIF TERTULIS PASCASARJANA (S2) TEKNOLOGI PENDIDIKAN TAHUN 2009 - 2010

TEMA UJIAN KOMPREHENSIF:
“TEKNOLOGI PENDIDIKAN BERBASIS E-LEARNING IMPLEMENTASINYA DALAM BIDANG MODEL PEMBELAJARAN YANG INOVATIF”

Jawaban:
1. Teknologi pembelajaran adalah studi etis praktis dalam desain, pengembangan, implementasi, pengelolaan, penilaian dan kajian terhadap proses dan sumber belajar.
a. Makna kata “teori dan praktik” bagaimana hubungannya, lengkapi dengan contoh.
Makna kata “teori” merupakan konsep-konsep atau gagasan yang memperluas khasanah pengetahuan sedangkan praktik merupakan aplikasi dari pengetahuan tersebut. Teori menjadi acuan bagi praktik.

b. Deskripsi kaitan antara 6 (enam) kawasan TEP.















Penjelasan:
Satu garis linear artinya tidak dapat dideteksi jika ada kesalahan. Pada pola yang kedua berbentuk spiral / siklus, juga setiap kawasan harus dievaluasi agar dapat diketahui lebih awal jika ada kesalahan.
1. Desain harus dievaluasi baik proses, sumber dan sistem belajarnya.
2. Pengembangan harus dievaluasi baik proses, sumber dan sistem belajarnya.
3. Pemanfaatan harus dievaluasi baik proses, sumber dan sistem belajarnya.
4. Pengelolaan harus dievaluasi baik proses, sumber dan sistem belajarnya.
5. Penilaian harus dievaluasi baik proses, sumber dan sistem belajarnya.
6. Penelitian harus dievaluasi baik proses, sumber dan sistem belajarnya.
Panah keluar artinya dipakai sebagai landasan/acuan dalam mendesain proses, sumber dan sistem belajar, mengembangkan proses, sumber dan sistem belajar, memanfaatkan proses, sumber dan sistem belajar, mengelola proses, sumber dan sistem belajar, menilai proses, sumber dan sistem belajar, dan meneliti proses, sumber dan sistem belajar.
Panah kedalam dari desain itu ditemukan ide, gagasan, konsep yang dapat menyumbang khasanah teori praktik.

2. Penjelasan secara konotatif dan substansial tentang:
a. Teori
Teori adalah penjelasan naratif yang rasional, runtut dan sistematis tentang kaitan logis beberapa variabel. Suatu teori menyajikan penjelasan umum berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam jangka lama, suatu teori menjelaskan dan meramalkan perilaku, suatu teori tidak dibangun dalam keraguan. Suatu teori dapat dimodifikasi. Kebanyakan teori tidak dapat dibuang seluruhnya bila diuji kembali, tetapi teori dapat diterima dalam waktu yang lama kemudian menjadi usang dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya sehingga tidak diterima lagi.

b. Model
Sebuah model merupakan visualisasi atau pengkonkritan teori yang menjelaskan kaitan logis antar beberapa variabel dalam suatu pola pemikiran yang disajikan secara utuh. Model dapat membantu kita melihat kejelasan keterkaitan secara lebih cepat, utuh, konsisten dan menyeluruh. Fungsi model untuk membaca kaitan logis dalam sebuah pola yang mencerminkan alur pikir dan pola tindakan. Model juga merupakan kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan.
c. Ilmu
Ilmu adalah pengetahuan yang disusun secara sistimatis, logis, rasional, menggunakan metode tertentu yang berasal dari pengamatan, studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip-prinsip hal yang sedang dipelajari.
d. Teknologi
Teknologi merupakan upaya yang aplikasi mengilmu pengetahuan dan perbaikan proses serta sarana yang memungkinkan suatu generasi menggunakan pengetahuan generasi sebelumnya seabagai dasar bertindak. Dapat disimpulkan bahwa teknologi adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan masalah.

3. Desain instruksional dalam operasionalnya mengerahkan bermacam teori, model maupun penelitian-peneilitian untuk membantu pebelajar agar dapat belajar dengan mudah, menyenangkan, mandiri (sepanjang jaga, dimana dan kapan saja) serta tuntas (mastery learning) tidak ketergantungan kepada interaksi guru, jadwal waktu dan klasikal. Teori-teori dan model yang diimplementasikan dalam desain instruksional secara umum:
a. Teori dalam desain instruksional
1. Teori komunikasi (Berlo)
Teori ini mengembangkan wawasan KBM pada kelas konvensional sebagai suatu komunikasi. Menurut Berlo dalam suatu KBM konvensional, pengajar merupakan pengirim pesan yaitu materi ajar. Saluran yang dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan tersebut bisa saja segala potensi pengajar, media pembelajaran, serta indra yang dimiliki oleh peserta didik. Kemudian, peserta didik sebagai penerima pesan yang disampaikan oleh pengajar mencerna materi.
2. Teori Belajar (Gagne, Briggs & Wagner)
Menurut teori ini proses belajar seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor internal peserta didik itu sendiri dan faktor eksternal, yaitu pengaturan kondisi belajar. Proses belajar terjadi karena sinergi memori jangka pendek dan jangka panjang diaktifkan melalui penciptaan faktor eksternal yaitu pembelajaran atau lingkungan belajar.
a. Teori behavioristik
b. Teori Kognitif
c. Cybernetik
d. Humanistik
e. Construktivistik
3. Teori Pembelajaran (Bruner dan Gagne)
Menurut Bruner, penyajian materi bisa dimulai dari yang termudah secara bertahap kearah materi yang lebih sukar. Dengan kata lain, materi yang bersifat sederhana sebaiknya dijelaskan terlebih dahulu, sehingga jika diberikan materi yang lebih rumit peserta didik tidak terlalu kaget.
Gagne membagi peristiwa pembelajaran menjadi sembilan tahapan. Kesembilan tahapan tersebut dapat disederhanakan menjadi empat kegiatan besar, yakni:
a. Memotivasi pebelajar
b. Penyajian materi
c. Menilai hasil belajar
d. Pengayaan materi
4. Teori sistem
Teori yang terdiri dari komponen yang saling berhubungan yang menimbulkan efek sinergis (saling member kekuatan).

b. Model
1. Model prosedural
Model ini menyarankan agar penerapan prinsip desain pembelajaran disesuaikan dengan langkah-langkah yang harus ditempuh secara berurutan. Model ini membantu menata kerja seorang guru.
 Manfaat model procedural :
o Setiap langkah jelas, sehingga mudah diikuti
o Dengan keteraturan ini, maka terjadi efektivitas dan efisiensi pelaksanaan.
 Kelemahan :
o Kaku karena setiap langkah sudah ditentukan oleh langkah sebelumnya
o Tidak semua prosedur pelaksanaan KBM atau perustiwa belajar dapat dikemvbangkan menurut langkah-langkah tersebut.
2. Model Hirarki
Model ini berjenjang dan berurutan namun tidak setara.
Manfaatnya: biasanya digunakan untuk pembelajaran Matematis.

3. Model Konseptual
Model ini cenderung mengembangkan strategi pembelajaran tertentu seperti menggunakan media tertentu atau metode tertentu agar materi dapat dikuasai oleh pebelajar dengan baik.

4. Perbedaan ensensial antara media pengajaran, media pembelajaran dan “alat peraga”.
MEDIA PENGAJARAN MEDIA PEMBELAJARAN ALAT PERAGA
Memerlukan kehadiran guru dalam penggunaannya.
Tidak memerlukan kehadiran guru dalam penggunaannya.
Peserta didik dapat secara aktif dan mandiri menggunakannya karena memuat semua komponen pembelajaran. Memerlukan kehadiran guru dalam penggunaannya.
Digunakan pada kelas konvensional Tidak terikat pada penggunaan di dalam kelas konvesnional. Siswa dapat menggunakan diluar kelas Digunakan pada kelas konvensional
Penggunaan terikat pada jadwal waktu pelajaran. Penggunaan dapat dilakukan kapan saja. Penggunaan terikat pada jadwal waktu pelajaran.
Penyajian materi bersifat satu arah dan tidak bersifat interaktif. Penyajian materi bersifat dua arah dan bersifat interaktif.
Penyajian materi bersifat satu arah dan tidak bersifat interaktif.
Dapat digunakan secara klasikal Digunakan secara individual Dapat digunakan secara klasikal

5. Kaitan logis antara “Difusi Inovasi” dengan TEP dalam konstelasi TIK berbasis E-Learning maupun M-Learning.
Menurut Rogers, difusi inovasi merupakan sebuah proses dimana inovasi dikomunikasikan dalam kurun waktu tertentu, pada anggota sistem sosial tertentu, suatu tata hubungan antara individu dengan individu lain.
Keberadaan Teknologi Pembelajaran (TEP) merupakan bukti konkrit adanya difusi inovasi karena teknologi itu sendiri merupakan suatu bentuk inovasi dalam bidang pembelajaran. Perkembangan Teknologi Pembelajaran dari masa ke masa semakin pesat dan keberadaannya semakin diterima oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan adanya mata pelajaran khusus TIK di tingkat SMP dan SMA. Penerapan TIK sendiri tampak dari pelaksanaan pembelajaran yang berbasis E-Learning contohnya penggunaan computer dan LCD dalam pembelajaran, bahkan saat ini ada yang lebih popular yaitu M-Leraning dimana belajar dapat dilaksanakan dimana dan kapan saja menggunakan bantuan laptop dan handphone.
6. Kawasan pengelolaan proses dan sumber belajar meliputi aktivitas, perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, supervisi dan revisi. Contoh penerapannya dalam pengelolaan lembaga pendidikan formal dan non-formal baik yang konvensional maupun yang berbasis TIK.
Teknologi informasi dan komunikasi sudah merambah ke sekolah-sekolah dan menjadi sumber belajar yang variatif. Dengan tersedianya berbagai sumber belajar serta berkembangnya pendekatan belajar dan membelajarkan berbasis aneka sumber untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, pengadaan, pengelolaan serta pemanfaatan sumber-sumber belajar di sekolah perlu dilakukan secara terencana dan terkoordinasi. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan berbagai sumber belajar yang diadakan itu perlu dijajaki kemungkinan pendirian Pusat Sumber Belajar (PSB) di masing-masing sekolah. PSB ini dapat dijadikan wadah untuk membantu guru untuk mengintegrasikan belajar/membelajarkan dengan pemanfaatan sumber belajar yang tersedia disekolah. Dengan menyediakan pengelola yang professional, masing-masing guru dapat dibantu mengembangkan desain pembelajaran berbasis aneka sumber yang kreatif dan inovatif.
Pengelolaan sumber belajar secara terkoordinasi dalam wadah PSB dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengembangan, pemanfaatan dan evaluasi sumber-sumber belajar yang dalam semua kegiatannya mengikutsertakan kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya.
Berikut ini contoh Pusat Sumber Belajar (PSB) yang dapat dikelola di sekolah:
a. Perpustakaan elektronik
b. E-mail
c. Teledukasi dan latihan jarak jauh dalam Cyber System
d. Ensiklopedia




7. Contoh jenis evaluasi yang menunjukkan perbedaan fungsi, karakteristik, tujuan maupun kinerjanya melalui matrik berikut:
Aspek/Evaluasi Input Proses Produk
Fungsi Mengetahui pengetahuan awal,
Menyeleksi, rangking Sebagai kontrol Deskripsi (description) dan penilaian (judgement)
Karakteristik Context, input, process, product Reaction, learning, behavior, result Antecedent (context), transaction (process), outcomes
Tujuan Untuk membantu guru/kepala sekolah mengambil keputusan Mengetahui efektivitas program yang dilaksanakan Melakukan perbandingan yang relatif antara program dengan program lain atau perbandingan absolut yang membandingkan suatu program dengan sandar tertentu
Kinerja Konteks, input, proses, hasil Proses dan hasil Masukan, proses, hasil

Dari jenis evaluasi tersebut, yang relevan untuk evaluasi program pembelajaran adalah:
Ketiga jenis evaluasi tersebut relevan untuk diterapkan pada setiap program pembelajaran karena berkaitan dengan pengukuran kemampuan atau kinerja siswa dalam pembelajaran.
8. Definisi kurikulum dan skema yang menunjukkan kaitan antara kurikulum dan desain instruksional serta konstruksi yang relevan dengan era globalisasi dan berbasis E-Learning atau M-Learning.
a. Tujuan instruksional masih bersifat normatif dan sangat abstrak maka dituangkan pada kurikulum atau silabus. Kurikulum atau silabus terdiri dari:
1. Rumusan kecakapan, yakni: kognitif, psikomotor dan afektif.
2. Serentetan pengalaman atau tugas belajar.
Keckapan yang terdiri dari kognitif, psikomotor dan afektif dioperasionalkan menjadi desain instruksional dan dibuat mikro yang disebut RPP dengan komponen sebagai berikut:
a. Tujuan
b. Sub tujuan
c. Tugas belajar
d. Isi belajar dianalisis menjadi 4:
1. fakta
2. konsep
3. prosedur
4. prinsip
e. Outcome/ hasil belajar, yang terdiri dari:
1. informasi verbal
2. Kecakapan intelektual
a. Menunjuk konsep
b. Mendefinisikan konsep
c. Mengklasifikasi
d. Memilah
e. Menghubungkan
f. Menggunakan aturan: aturan sederhana dan aturan tingkat tinggi
g. Strategi kognitif (kemampuan menata berpikir), afektif dan
psikomotor
f. Strategi belajar, yakni
1. Ekpository
2. Heuristik: inquiry dan discovery
g. Metode Belajar
1. Induktif
2. Deduktif
h. Teknik belajar (contohnya: diskusi, role playing dan simulasi)
i. Media belajar
j. Evaluasi Prasyarat

b. Skema keterkaitan antara kurikulum dan desain pembelajaran


Penjelasan:
Kurikulum dan desain instruksional sangat berhubungan erat dan saling berinteraksi karena sama-sama memuat isi, tujuan, materi, dan strategi pembelajaran.

c. Konstruksi kurikulum yang relevan dengan era globalisasi dan berbasis E-Learning atau M-Learning.
Kurikulum teknologi merupakan konstruksi kurikulum yang relevan dengan era globalisasi dan berbasis E-Learning atau M-Learning. Penerapan teknologi dalam kurikulum terbagi dalam dua bentuk yaitu bentuk perangkat lunak dan perangkat keras. Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media, juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat.
9. Abstraksi umum (skema) yang memproyeksikan kaitan sistemik dari keseluruhan materi perkulihan TEP.
Secara garis besar semua mata kuliah saling keterkaitan dalam sistem TEP namun ada beberapa mata kuliah yang sangat penting yang tidak dapat dipisahkan dari ranah TEP, yaitu:

0 komentar:

Poskan Komentar